TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Beberapa bangkai kerbau ditemukan mengapung di perairan Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya, NTT.
Diduga bangkai kerbau misterius ini merupakan ternak selundupan asal NTB yang karam bersama perahu pada Jumat (06/03/2026).
Beberapa ekor yang terdampar di Pelabuhan ASDP Waikelo dikuliti dan diambil dagingnya oleh warga.

Salah satu bangkai kerbau yang terdampar di Pelabuhan ASDP Waikelo sedang dikuliti dan diambil dagingnya oleh warga. ( Foto Menara Sumba )
“Kita bukan curi, daripada membusuk dan bikin bau di sini lebih baik dimanfaatkan,” ujar salah satu warga yang tengah menguliti bangkai seekor kerbau.
Pihak Syahbandar yang dimintai penjelasan belum bisa memberi konfirmasi atas kejadian ini.
“Kami belum bisa menyimpulkan dan memberi keterangan terkait hal ini,” tutur Anton Langkamau, salah satu pejabat Kantor Syahbandar Waikelo, Sabtu (07/03/2026) petang saat dikonfirmasi di area dermaga setempat.
Sejumlah narasumber yang dikonfirmasi awak media, Sabtu (07/03/2026) petang menyebut, perahu pengangkut ternak selundupan ini karam akibat dihantam ombak besar.
“Ada 17 ekor kerbau yang berada di lambung atas perahu dilepaskan ketika hendak karam,” tutur salah satu narasumber.
Dalam insiden perahu karam ini, ABK berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke daratan.
Bahkan dua ekor kerbau berhasil dinaikkan ke darat dan dikabarkan selamat.
“Katanya ada dua ekor yang berhasil diselamatkan,” ungkap narasumber yang ditemui di area dermaga ASDP, Waikelo.
Sedang Ditelusuri
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten SBD, Drs Agustinus Pandak yang dihubungi pada Minggu (08/03/2026) pagi mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data.
“Informasi sementara ada 17 ekor kerbau, yang didapati sudah mati 7 ekor, seekor lagi ditemukan nelayan masih hidup,” terang Kadis Agustinus.
Sesuai informasi Kepala KP3 Laut Waikelo, kata dia, keberadaan ternak lainnya belum diketahui jelas.
Meski temuan awak media ada warga yang menguliti dan telah mengambil daging bangkai kerbau, pihaknya belum dapat memastikan hal itu.
“Sampai saat ini tidak ada info masyarakat yang ambil daging kerbau. Sedangkan yang masih hidup akan diisolasi, hingga dilakukan tindakan sesuai regulasi,” tandasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Karantina Satuan Pelayanan Waikelo, drh Verderika Lobo belum bisa berkomentar banyak.
“Kami akan lakukan koordinasi dengan dinas peternakan, KP3 Laut Waikelo, pihak syahbandar, dan TNI-Polri,” katanya singkat. ( JIP/MS )


















