TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Ancaman kekeringan yang sering melanda wilayah NTT jadi salah satu perhatian serius pemerintah pusat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintervensi masalah klasik warga NTT ini dengan pembangunan 39 sumur bor di 13 kabupaten yang diresmikan secara simbolis oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Kamis (28/08/2025) dari Kabupaten TTU.

Kepala BPBD Kabupaten SBD, Samuel Boro, ST. ( Foto Menara Sumba )
Dari 39 sumur bor itu, 3 diantaranya dialokasikan di Kabupaten SBD yang dibangun di Desa Pogo Tega (Kecamatan Loura), Desa Hameli Ate (Kecamatan Kodi Utara), dan Desa Bondo Kodi (Kecamatan Kodi).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBD, Samuel Boro, ST menyebut, bantuan sumur bor ini bagian dari program siaga darurat kekeringan tahun 2025-2025.
“Kegiatan ini kerja sama antara BNPB dan TNI Angkatan Darat, ditindaklanjuti di tingkat kabupaten lewat kerja sama BPBD dan Kodim 1629/SBD,” jelas Samuel usai peresmian secara simbolis sumur bor di Desa Pogo Tena, Kamis (28/08/2025).
Pembangunan sumur bor ini, ujar dia, dikerjakan oleh pihak TNI AD yang ditangani Kodim 1629/SBD.
Ia menyebut, usai peresmian hari itu sarana air bersih ini akan diserahkan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan.
Pemanfaatan air bersih oleh masyarakat diorganisir lewat wadah kelompok yang telah dibentuk oleh pemerintah desa untuk bertanggung jawab mengelola sarana tersebut.
“Nah, tadi kita dengar bersama Pak Kepala BNBB sudah menyampaikan harapan agar sumur bor dipelihara dan dijaga,” imbaunya.
Ia juga menyampaikan jika program ini akan terus berlanjut karena pada tahun 2024 sudah dicanangkan bahwa NTT menjadi pilot projects pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekeringan yang berdampak pada kekurangan air bersih.
Hal ini menjadi salah satu dasar kuat bagi Pemkab SBD untuk menyampaikan lagi usulan terkait pembangunan sumur bor.
“Kami akan tindaklanjuti dengan menyampaikan kepada pimpinan untuk membuat proposal yang berkaitan dengan permohonan bantuan air bersih,” ungkapnya.
Samuel juga menitip pesan bagi warga penerima manfaat untuk mengelola sarana air bersih ini dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Perhatian pemerintah pusat yang luar biasa terhadap masalah kekeringan di wilayah ini mesti disikapi pula dengan kesadaran masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan bantuan sarana air bersih tersebut.
“Tadi kita dengar bersama Pak Kepala BNPB tegaskan bahwa program pemberian bantuan sumur bor untuk wilayah NTT akan terus berlanjut karena tingkat kekeringan yang cukup tinggi,” sebut Samuel.
“Sehingga kita berharap sumur bor yang telah dibangun ini bermanfaat dalam kurun waktu yang panjang. Jangan sampai baru 1-2 tahun sudah tidak berfungsi lagi,” tutupnya. ( TIM/MS )






























































