TAMBOLAKA, MENARASUMBA. COM – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menegaskan komitmen terhadap upaya untuk visi-misi membangun desa menata kota.
Hal itu disampaikan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla dalam sambutannya saat meresmikan Tambolaka Culinary Center (TCC), Jumat (20/02/2026).
Peresmian yang dihadiri unsur Forkompinda, pimpinan OPD, anggota DPRD SBD, tokoh masyarakat dari berbagai kalangan ini sekaligus menandai satu tahun pemerintahan Ratu-Angga.
Ratu Wulla menandaskan, “Membangun Desa Menata Kota” tidak semata untuk slogan belaka.

Bupati dan Wakil Bupati SBD menerima berkat dalam ibadah oikumene yang mengawali peresmian TCC sekaligus peringatan setahun pemerintahan Ratu-Angga. ( Foto Menara Sumba )
“Ini jadi komitmen kami Bupati dan Wakil Bupati bersama seluruh jajaran bahwa kami ingin membangun desa menata kota,” ujarnya.
Ia menyebut, pemerintah akan menata Kabupaten SBD menjadi daerah yang indah dan nyaman.
“Tentu nyaman bagi yang tinggal, nyaman bagi yang bekerja di SBD, nyaman bagi yang berinvestasi,” timpal Ratu Wulla.
Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan dimana salah satunya lewat sosialisasi Perda terkait ketertiban umum.
Opini Publik
Dikatakannya, banyak opini berkembang di tengah masyarakat seolah-olah menjustifikasi dan menyalahkan pemerintah.
“Sehingga tadi saya sudah langsung ya, berkunjung ke tempat kejadian kemarin Bapak Ibu dan melakukan klarifikasi ya, dan boleh dilihat di media sosial Bapak Ibu ya,” imbuhnya.
Upaya yang dilakukan pemerintah, kata bupati, bukan bertujuan untuk melarang masyarakat.
Tetapi masyarakat harus diatur dan pemerintah hadir untuk mengatur agar semuanya bisa berjalan dengan baik.
“Karena apa? Kalau pemerintah tidak atur yang ada apa? Hukum rimba yang kuat akan menang yang lemah akan kalah ya, sehingga memang harus diatur,” sambungnya.
Dengan demikian, harapan pemerintah akan terjadi keseimbangan dan daerah bisa bertumbuh dengan baik, memastikan masyarakat bisa sejahtera.
Mantan anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Partai Nasdem ini juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial.
Informasi yang hendak disampaikan lewat media sosial harus dipastikan kebenarannya.
“Kalau perlu datang berkunjung ke tempat kejadian untuk memastikan peristiwa yang sesungguhnya,” imbau Ratu Wulla.
Sosok yang juga istri mantan Bupati SBD Markus Dairo Talu ini mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan membangun Sumba Barat Daya.
“Kita ingin ada kolaborasi yang baik, sehingga dengan kerja sama yang baik tentu kita akan melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya,” tandasnya.
Tantangan dan Harapan
Peresmian TCC diawali dengan ibadah oikumene yang dipimpin Pendeta Irene Takandjandi, S. Th dan Pater Ferdinandus Ganti, SVD.
Dalam khotbahnya, Pendeta Irene Takandjandji mengatakan, tantangan yang dihadapi pemerintahan Ratu-Angga tidaklah mudah.
Menjalankan amanah butuh ketekunan dan semangat pantang menyerah.
“Rakyat menaruh harapan besar di pundak Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk membawa daerah ini kepada kesejahteraan,” katanya mengingatkan.
Harapan ini, lanjut Pendeta GKS Jemaat Mata ini, hanya dapat diwujudkan lewat kerja sama dengan semua pihak.
Semua niat baik membangun daerah juga hanya bisa berjalan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan meminta pertolongan Tuhan.
“Hadirkan Tuhan maka semua akan disempurnakan lewat campur tanganNya,” ucap Pendeta Irene Takandjandji dalam kata-kata peneguhannya. ( JIP/MS )


















