Hukum/Kriminal/HAM

Jejak Misteri Pembunuhan Gregorius Bessu di Perbatasan Wee Pangali–Lombu, Pengakuan Oknum Soal Pelaku yang Disebut Sudah Dibantai Jadi Sorotan

×

Jejak Misteri Pembunuhan Gregorius Bessu di Perbatasan Wee Pangali–Lombu, Pengakuan Oknum Soal Pelaku yang Disebut Sudah Dibantai Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA. COM – Penanganan kasus pembunuhan Gregorius Bessu yang terjadi pada Rabu subuh, 5 Juni 2024, di wilayah perbatasan Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka – Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, mulai menunjukkan perkembangan setelah sempat nyaris tanpa kemajuan selama kurang lebih dua tahun.

Komitmen yang disampaikan Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthin Ardjon, SH, saat menerima aksi demonstrasi PMKRI Cabang Tambolaka bersama keluarga korban pada 15 Juni 2026, kini mulai diwujudkan.

Satreskrim Polres Sumba Barat Daya membentuk tim khusus untuk membuka kembali penyelidikan terhadap kasus yang selama ini menjadi tanda tanya besar bagi keluarga korban.

Kasatreskrim Polres SBD, IPTU Yakobus K. Sanam, SH, kepada Menara Sumba pada Selasa (21/7/2026), mengungkapkan bahwa sedikitnya sepuluh orang telah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan lanjutan.

Gregorius Bessu bersama istri semasa hidup, ( Dok. pribadi keluarga)

Namun di balik perkembangan tersebut, muncul sejumlah fakta yang dinilai keluarga korban sebagai kejanggalan dalam penanganan awal perkara.

Dugaan Kejanggalan Barang Bukti

Berdasarkan keterangan keluarga korban, jaket dan telepon genggam milik Gregorius Bessu diamankan aparat sejak hari kejadian.

Barang bukti tersebut kemudian berada dalam penguasaan pihak Polsek Wewewa Timur selama hampir dua tahun, sementara perkembangan penyidikan nyaris tidak terdengar.

Dalam masa penantian panjang itu, keluarga mengaku beberapa kali menerima pernyataan yang membingungkan dari seorang oknum warga.

Menurut salah satu anggota keluarga, sekitar April 2025, oknum tersebut menyampaikan bahwa jaket yang dikenakan Gregorius saat ditemukan merupakan jaket perempuan.

Pernyataan itu dianggap bertolak belakang dengan kondisi saat olah tempat kejadian perkara, ketika aparat masih memperlihatkan jaket cokelat yang dikenakan korban dan meminta keluarga memastikan bahwa jaket tersebut memang milik Gregorius.

“Oknum ini bahkan mengatakan bahwa jaket yang dipakai korban adalah jaket wanita,” ungkap sumber keluarga kepada Menara Sumba.

Korban tewas bersimbah darah di perbatasan Desa Lombu dan Desa Wee Pangali pada Rabu, 5 Juni 2024 pagi itu usai menerima order dari seseorang berjacket hitam dan mengenakan masker yang datang ke rumah meminta almarhum untuk mengangkut ternak.

Gregorius Bessu memang memiliki sebuah pick up berwarna putih dan sering menerima order jasa pengangkutan.

Ibu korban masih sempat melihat sosok misterius yang datang menggunakan sepeda motor pagi itu, namun tidak mengenal jelas karena wajah orang itu tertutup helm dan mengenakan masker.

Pengakuan Mengejutkan Soal Terduga Pelaku

Kejanggalan lain kembali terjadi sekitar November 2025. Menurut keluarga, oknum yang sama datang kembali sambil memperlihatkan sebuah foto di telepon genggam miliknya.

Ia kemudian menyebut orang dalam foto tersebut sebagai salah satu pelaku pembunuhan Gregorius Bessu.

Yang lebih mengejutkan, oknum itu juga mengaku bahwa orang tersebut telah meninggal karena dieksekusi secara misterius sehingga kasus pembunuhan Gregorius akan semakin sulit diungkap.

“Foto itu ditunjukkan sambil mengatakan bahwa ini salah satu pelaku pembunuhan yang sudah mati dieksekusi,” tutur narasumber.

Hingga kini, keluarga masih mempertanyakan maksud dari pernyataan tersebut. Mereka menilai ucapan itu justru memunculkan dugaan adanya upaya menggiring opini tanpa disertai penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Polisi Diuji Mengungkap Misteri

Dengan dibukanya lagi penyelidikan, harapan keluarga korban kembali tumbuh agar seluruh fakta dapat diungkap secara objektif.

Kasus pembunuhan Gregorius Bessu bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih bagi ketiga anak korban yang sebelumnya sudah ditinggal sang ibu kini harus kehilangan sosok ayah.

Saat ini publik menanti hasil kerja Satreskrim Polres Sumba Barat Daya dalam mengurai setiap petunjuk, memverifikasi setiap informasi yang beredar, serta mengungkap siapa pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. ( TIM/MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *