WEWEWA BARAT, MENARASUMBA.COM — Sejumlah pohon di lahan milik seorang janda lansia bernama Margareta Bela Kamba, yang berada di dua lokasi yakni Bali Lende Watu dan Lambera, Dusun 2, Loko Duni, Desa Pero, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten SBD, ditebang tanpa izin oleh Yohanes Bili Bulu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (10/08/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat sedikitnya 9 pohon jati putih (gamalina) dan 1 pohon ritta, yakni jenis pohon yang dikenal masyarakat setempat dengan nama lokal Wewewa, disensor di lokasi tersebut.
Penebangan ini melibatkan empat orang, yakni Yohanes Bili Bulu bersama anaknya bernama Parno, seorang warga setempat dan tukang sensor.

Margareta Bela Kamba, janda lanjut usia meminta perlindungan atas penebangan pohon miliknya. ( Menara Sumba)
Begitu mengetahui adanya penebangan ini, Margareta Bela Kamba yang sudah berusia lanjut ini mendatangi lokasi dan menegur para pelaku.
Ia mempertanyakan aktivitas penebangan tersebut karena pohon-pohon tersebut berada di atas tanah miliknya.
Teguran ini tidak digubris, Yohanes Bili Bulu tetap melakukan aktivitas penebangan seolah pohon-pohon itu miliknya sendiri.
“Ia cuek saja dan mengabaikan teguran saya, seolah dirinya adalah pemilik lahan dan pohon itu,” ungkap Margareta.
Merasa tidak berdaya wanita lanjut usia ini memilih untuk mengadukan perbuatan tersebut ke pihak berwenang.
Ia meminta bantuan serta perlindungan hukum kepada pihak berwenang agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Margareta berharap pihak berwenang dapat turun tangan untuk mengusut perbuatan Yohanes Bili Bulu dan memproses sesuai aturan hukum.
Ia meminta persoalan tersebut bisa mendapatkan atensi sehingga perilaku sewenang-wenang Yohanes bisa ditindak tegas.
Lebih lanjut Margareta mengatakan, selama ini tindak tanduk Yohanes Bili Bulu selalu meresahkan ia dan keluarganya.
Tanaman dan kebun milik keluarga Margareta seperti hendak dikuasainya lantaran merasa kuat.
“Saya hanya perempuan lanjut usia, tidak berdaya atas perbuatan Yohanes Bili Bulu dan mohon perlindungan aparat,” pintanya.
Hingga berita ini tayang, awak media ini masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Yohanes Bili Bulu. ( JIP/MS )
















