Hukum/Kriminal/HAM

Warga Bawa Senjata Tajam Saat Kericuhan di SPBU Benita Putra Migas Rada Mata Tambolaka

×

Warga Bawa Senjata Tajam Saat Kericuhan di SPBU Benita Putra Migas Rada Mata Tambolaka

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Situasi di SPBU Benita Putra Migas, Rada Mata, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), diwarnai kericuhan yang melibatkan sejumlah warga.


Dalam video yang diterima MenaraSumba.Com, terlihat suasana ramai di sekitar area SPBU.

Sejumlah narasumber media ini menyebut, keributan yang hampir menimbulkan bentrok senjata tajam dipicu oleh rebutan saat antre Pertalite.

“Saling berebutan lalu bertengkar dan ada yang menghunus senjata tajam,” tutur salah satu warga, Kamis (10/09) 2026).

Kerumunan warga terlihat dalam ketegangan yang berlangsung di tengah keramaian lalu lintas.


Yang menjadi perhatian, dalam rekaman tersebut terlihat adanya warga membawa senjata tajam ketika kericuhan berlangsung.


Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena lokasi SPBU merupakan tempat pelayanan publik yang setiap hari dipadati masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).


Kehadiran senjata tajam di tengah kerumunan, apabila benar digunakan untuk mengancam atau melakukan kekerasan, berpotensi membahayakan keselamatan warga lainnya.


Kericuhan di Tengah Antrean BBM


Dalam rekaman video, kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat berada di sekitar kawasan SPBU.

Sejumlah warga juga tampak bergerak dan berkumpul di beberapa titik.


Pemicu utama kericuhan tersebut dilatarbelakangi kondisi penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite yang tanpa kontrol pihak berwenang.

Salah satu warga menyesalkan pembiaran tersebut yang tanpa pengawasan pihak berwenang, padahal situasi seperti ini sudah berlangsung selama beberapa waktu.

“Semestinya polisi turun tangan awasi sehingga tidak terjadi hal krusial yang membahayakan keselamatan warga,” imbaunya.


Hingga berita ini tayang, MenaraSumba.Com belum memperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait apakah telah dilakukan penanganan atau pemeriksaan terhadap warga yang diduga membawa senjata tajam tersebut. ( TIM/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *