TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Kondisi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Sherin Indah, Tawo Rara, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), kini kembali normal.
Kondisi itu terlihat setelah dilaksanakannya operasi penertiban yang dipimpin langsung Kapolres SBD, AKBP Harianto Rantesalu, Rabu (28/10/2026).
Pantauan media ini, suasana pelayanan di SPBU tersebut kini jauh berbeda dibandingkan kondisi sebelumnya.
Area pengisian yang sempat dipadati kendaraan para pengetap BBM subsidi, baik sepeda motor maupun mobil pikap, kini terlihat lebih tertib.
Sebelumnya, aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU di wilayah SBD kerap diwarnai kesemrawutan.
Kendaraan yang digunakan untuk aktivitas pengetapan memenuhi area SPBU sehingga konsumen umum kesulitan mendapatkan akses pelayanan.
Bahkan, praktik kesewenang-wenangan di lingkungan SPBU lain sempat diwarnai aksi membawa senjata tajam yang digunakan dalam aksi duel antarsesama pengetap BBM subsidi.

Daniel, guru SMP Niri Ala mengaku senang atas penertiban penyaluran BBM. ( Foto Menara Sumba)
Namun, setelah operasi penertiban dan penyitaan ratusan sepeda motor bodong oleh jajaran Polres SBD, situasi tersebut kini tidak lagi terlihat lagi.
Konsumen yang datang untuk mengisi BBM pun dapat mengakses pelayanan operator dengan lebih leluasa tanpa harus berhadapan dengan kondisi antrean yang semrawut.
Perubahan kondisi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Sejumlah warga yang dikonfirmasi media ini, Jumat (30/10/2026), mengaku senang dan lega karena kini dapat mengisi BBM dengan lebih mudah dan tertib.
Daniel, salah seorang guru yang bertugas di SMP Niri Ala, Kecamatan Wewewa Barat, mengaku sudah merasakan perubahan pelayanan tersebut.
“Sudah sejak kemarin saya antre dan bisa mengisi BBM dengan lancar,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Bapak Rafa, anggota TNI, yang saat itu sedang mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Sherin Indah.
Ia mengajak seluruh pihak untuk ikut bertanggung jawab menjaga ketertiban dan kelancaran penyaluran BBM di SPBU.
“Semua pihak harus bertanggungjawab,” imbaunya.
Kondisi yang kembali tertib ini diharapkan dapat dipertahankan sehingga SPBU benar-benar menjalankan fungsi utamanya sebagai tempat pelayanan kebutuhan BBM masyarakat, bukan justru menjadi arena penguasaan oleh kelompok tertentu.
Masyarakat juga berharap pengawasan dan penertiban terhadap praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi terus dilakukan secara konsisten demi menjamin hak konsumen untuk mendapatkan pelayanan yang adil dan tertib.-( TIM/MS )

















