Hukum/Kriminal/HAM

Samsi Pua Golo Imbau Semua Pihak Hormati Putusan Inkrah, YAPPI SBD Siap Rekonsiliasi

×

Samsi Pua Golo Imbau Semua Pihak Hormati Putusan Inkrah, YAPPI SBD Siap Rekonsiliasi

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Ketua Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Islam (YAPPI) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), H. Samsi Pua Golo, ST, mengimbau seluruh pihak, termasuk berbagai institusi, agar tidak melakukan intervensi maupun mencampuri persoalan internal yayasan setelah pihaknya memenangkan dua perkara yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Imbauan tersebut disampaikannya, Rabu (14/10/2026), menyusul keluarnya putusan Peninjauan Kembali (PK) atas Perkara Nomor 18 serta putusan kasasi atas Perkara Nomor 19 yang dimenangkan pihaknya.

Samsi berharap seluruh pihak menghormati putusan hukum tersebut dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan konstitusi, anggaran dasar yayasan, maupun ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya mengimbau kepada semua pihak, institusi apa pun, saya berharap untuk tidak melakukan intervensi, untuk tidak ikut campur di dalam persoalan-persoalan ini, sehingga tidak berkepanjangan dan berlarut-larut,” tegas Samsi.

Ia menilai, persoalan yang selama ini terjadi sudah cukup panjang dan berharap tidak ada lagi tindakan yang justru memperkeruh keadaan.

Menurutnya, seluruh pihak perlu menjadikan putusan hukum tersebut sebagai momentum untuk mengakhiri konflik dan kembali menjalankan organisasi sesuai aturan yang berlaku.

“Cukup-cukup sudah persoalan ini terjadi. Harapan saya, ini yang terakhir. Jangan ada lagi hal-hal yang dilakukan secara inkonstitusional, yang tidak sesuai dengan anggaran dasar atau aturan-aturan yang ada, maupun undang-undang yayasan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada kuasa hukum Melkianus Nonna, SH, para saksi, pihak madrasah dan semua keluarga serta umat Islam di SBD dan dimana pun berada yang telah mendukung dan mendoakan selama proses sidang berlangsung.

“Semoga kemenangan ini menjadi kemenangan bagi kita semua, kemenangan bagi keadilan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT senantiasa membimbing kita semua selalu pada jalan yang benar,” tandasnya.

Soroti Perpecahan Umat Islam

Selain meminta semua pihak menghormati putusan hukum, dirinya juga menyoroti dampak konflik yang telah menyebabkan perpecahan di tengah umat Islam di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Ia mengungkapkan, persoalan tersebut telah memunculkan kelompok-kelompok yang saling berseberangan, baik yang mendukung maupun menentang pihak tertentu.

Karena itu, Samsi mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi, menyadari kesalahan, serta memperbaiki hubungan demi memulihkan persatuan umat.

“Saya berharap kita bertobat kepada Allah SWT atas apa yang sudah kita lakukan, karena umat ini sudah pecah. Mari kita kembali sadar dan bertobat kepada Tuhan,” ungkapnya.

Pihaknya mengingatkan bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab bersama.

Menurut dia, kepentingan pribadi maupun ambisi untuk tampil dan memperoleh pengakuan tidak seharusnya mengalahkan kepentingan umat.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak lagi memperpanjang pertikaian yang dinilainya telah berlangsung cukup lama dan merugikan kehidupan umat Islam.

Buka Pintu Maaf, YAPPI Siap Rekonsiliasi

Meski demikian, Samsi menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka pintu maaf bagi mereka yang sebelumnya terlibat dalam konflik.

Ia menyatakan, YAPPI siap melakukan rekonsiliasi apabila pihak-pihak yang terlibat bersedia mengakui persoalan yang terjadi dan mengambil langkah untuk memperbaiki hubungan.

“Kalau saudara-saudara kita kemarin yang melakukan hal ini mau meminta maaf dan datang, kami siap untuk melakukan rekonsiliasi,” katanya.

Namun, ia menekankan bahwa proses perdamaian membutuhkan kemauan dari pihak-pihak yang terlibat. Samsi berharap mereka yang memulai persoalan juga bersedia mengambil langkah untuk mengakhirinya.

“Kalau mereka gengsi dan tidak mau, saya pikir kami tidak akan mulai, karena kalian yang mulai, kalian yang harus mengakhiri,” tegasnya.

Pernyataan tersebut, menurut Samsi, bukan dimaksudkan untuk memperpanjang konflik, melainkan sebagai penegasan bahwa perdamaian harus dibangun melalui kesadaran dan kemauan bersama.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengesampingkan ego masing-masing dan kembali mengutamakan kepentingan umat Islam serta masa depan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan YAPPI.

Pesan untuk Generasi Muda

Secara khusus ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda yang terlibat dalam persoalan tersebut agar lebih bijaksana dalam mengambil sikap.

Ia mengingatkan, para pemuda masih memiliki masa depan yang panjang, termasuk mereka yang telah menempuh pendidikan tinggi di bidang agama maupun pendidikan.

Menurutnya, pendidikan dan kapasitas intelektual seharusnya menjadi bekal untuk membangun umat, bukan menjadi alasan untuk mempertajam perbedaan dan memperpanjang konflik.

“Kepada generasi-generasi muda yang terlibat dalam persoalan kemarin, mari sadar. Masa depan kalian masih panjang. Mari kita sama-sama membangun umat, jangan pikir ego kita masing-masing dan jangan tonjolkan ambisi kita,” pesannya.

Ia menambahkan, setiap upaya untuk tampil sebagai pemimpin atau mengambil peran dalam organisasi harus dilakukan secara elegan, melalui cara-cara yang baik dan sesuai dengan aturan main.

Samsi menegaskan, seluruh pihak harus menghormati norma, ketentuan organisasi, dan peraturan perundang-undangan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Samsi Pua Golo Imbau Semua Pihak Hormati Putusan Inkrah,

YAPPI SBD Siap Rekonsiliasi

Sebagai tindak lanjut setelah keluarnya putusan hukum tersebut, Samsi menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan reorganisasi dalam waktu dekat.

Setelah proses reorganisasi dilaksanakan, YAPPI akan melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah yang berada di bawah naungan yayasan.

“Yang jelas, setelah keputusan ini, kami akan segera melakukan reorganisasi dalam waktu dekat. Setelah itu, kami akan sosialisasikan ke semua sekolah-sekolah yang ada,” tandasnya.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya penataan kembali organisasi sekaligus memperjelas arah pengelolaan yayasan ke depan.

Dengan keluarnya putusan hukum dan rencana reorganisasi tersebut, Samsi berharap seluruh pihak dapat mengakhiri pertikaian, menghormati aturan yang berlaku, serta membangun kembali persatuan demi keberlangsungan pendidikan Islam di Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Kepentingan umat dan masa depan generasi muda harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” pungkasnya.( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *