WEWEWA SELATAN, MENARASUMBA.COM – Sebuah bus yang diduga dikemudikan sopir yang sedang “on” (mabuk) menabrak rumah kubur di Tena Teke, Wewewa Selatan, SBD.

Seekor babi disembelih Yusuf dan keluarga dalam ritual minta maaf kepada leluhur atas kejadian itu.
Kecelakaan naas ini terjadi pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 16.00 WITA atau jam 4 petang.
Menurut pemilik batu kubur (kubur ala Sumba) Yusuf Lende, awalnya bus tersebut parkir di tepi jalan yang berjarak kurang lebih 10 meter dari posisi kubur.
“Sopirnya dalam keadaan mabuk dan saat bus dimundurkan ke belakang langsung menabrak rumah kubur,” ungkap Yusuf.
Akibatnya, penopang atap rumah kubur yang terbuat dari cor beton tercerabut dan roboh.
Untungnya kubur yang berada di bawah atap tidak mengalami kerusakan berarti.
“Hanya keramik kubur yang pecah akibat tertimpa beban atap,” terangnya lagi.
Usai kejadian sopir langsung kabur meninggalkan bus tanpa pelat nomor tersebut.

Yusuf Lende pemilik batu kubur yang ditabrak bus Benza.
Yusuf menjelaskan, saat ini pemilik kendaraan sudah berada di Mapolsek Wewewa Selatan dan berniat untuk bicarakan persoalan kecelakaan itu secara keluarga.
“Tadi kami sudah diminta untuk datang di Mapolsek tapi belum bisa karena masih lakukan prosesi adat sesuai tradisi karena ini hal yang pamali,” akunya.
Sesuai tradisi budaya setempat, Yusuf dan keluarganya melakukan ritual adat yang ditandai dengan penyembelihan seekor babi.
“Kami bicara dengan leluhur minta maaf atas kejadian ini, karena di dalam kubur itu dimakamkan orang tua kami,” bebernya.
Apalagi, kata dia, belum genap setahun almarhumah ibu mereka dimakamkan dalam kubur itu.
Dalam rembuk keluarga disepakati untuk meminta ganti kerugian berupa seekor kerbau dan dua ekor babi.
“Karena kami harus kerjakan ulang rumah kubur, ganti keramik yang rusak, sekaligus buat ritual adat lagi,” tandasnya. ( JIP/MS )

















