TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Pelaksanaan vaksinasi ternak babi untuk mencegah virus Afrikan Swine Fever (ASF) di Kabupaten Sumba Barat Daya ditarget paling lambat awal Desember 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten SBD, Drs. Agustinus Pandak, Kamis (09/10/2025).
Menurutnya, untuk saat ini sedang dilakukan proses pengadaan vaksin sebanyak 2.000 dosis.
“Pemkab SBD melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengalokasikan dana di APBD Perubahan Tahun 2025 untuk pengadaan vaksin ASF sebanyak 2.000 dosis,” ujarnya.
Dengan demikian, katanya lebih lanjut, setelah proses pengadaan tuntas dilanjutkan dengan pelaksanaan vaksinasi ASF di seluruh wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Saat ini jajaran dinas sedang melakukan pendataan agar didapatkan ternak babi yang kelak siap divaksinasi.
Ia menyebut, secara khusus harus ada persiapan, dimana warga bersangkutan benar-benar setuju babinya divaksinasi dan harus ternak yang sehat.
“Karena dalam masa 6 bulan ternak yang sudah divaksinasi tidak boleh digunakan untuk kebutuhan konsumsi atau diperdagangkan,” tegasnya.
Pihak dinas akan tetap mengawasi dan memantau untuk memastikan bahwa antibodi ASF ternak itu sudah terbentuk dalam tubuh.
Dirinya tidak menampik jika rasio antara dosis vaksin yang disiapkan belum sebanding dengan populasi ternak babi di Kabupaten SBD.
Untuk tahap pertama, karena vaksin ini baru perdana digunakan maka dinas peternakan juga harus benar-benar selektif.
“Harus benar-benar dipersiapkan, agar penggunaan vaksin ini tidak menimbulkan masalah baru,” imbuhnya.
Pihaknya berharap setelah vaksinasi tahun pertama, di akhir tahun 2025 ini akan digulikan lagi seribu dosis berikutnya.
“Empat bulan setelah itu kami akan lakukan boster atau vaksinasi ulang untuk meningkatkan ketahanan tubuh ternak dari serangan ASF,” tandasnya. ( JIP/MS )


































