JAKARTA, MENARASUMBA.COM– Meninggalnya Dokter Icha menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk Tenaga Ahli Menteri HAM Bidang Pelayanan HAM, Gabriel Goa.
Ia menilai, perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus menjadi perhatian serius dan meminta adanya penelusuran terhadap dugaan tindakan intimidasi yang disebut berdampak pada kondisi psikologis tenaga medis.
Dalam pernyataan yang disampaikan Sabtu (27/06/2026) Gabriel Goa mengungkapkan, berdasarkan pengalaman melakukan pendampingan dan penguatan kepada tenaga kesehatan di berbagai daerah di Indonesia, masih ditemukan adanya tekanan, intimidasi, hingga dugaan kekerasan psikis yang dialami tenaga kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pemenuhan hak asasi tenaga kesehatan, termasuk hak atas rasa aman, lingkungan kerja yang layak, serta penghormatan terhadap kode etik profesi.
“Atas nama kemanusiaan dan penghormatan terhadap perlindungan HAM, kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Dokter Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Gabriel.
Ia juga mendesak DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk menindaklanjuti informasi yang berkembang terkait dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD yang disebut melakukan tindakan yang berpotensi melanggar etika serta menimbulkan tekanan psikologis terhadap almarhumah.
Selain itu, Gabriel meminta manajemen rumah sakit untuk memperkuat penerapan standar pelayanan berbasis HAM guna menjamin keamanan dan kenyamanan baik bagi pasien maupun seluruh tenaga kesehatan.
“Rumah sakit harus menjadi ruang pelayanan yang menjamin rasa aman, menghormati martabat tenaga kesehatan, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi,” tegasnya. ( TAP/MS )

















