Hukum/Kriminal/HAM

Kasus Pembunuhan Gregorius Bessu Masih Jadi Teka-teki, Paman Korban Ungkap Kecewa Atas Penjelasan Kontradiktif Dua Oknum APH.

×

Kasus Pembunuhan Gregorius Bessu Masih Jadi Teka-teki, Paman Korban Ungkap Kecewa Atas Penjelasan Kontradiktif Dua Oknum APH.

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Paman almarhum Gregorius Bessu mengaku kecewa atas penjelasan yang diterima keluarga terkait penanganan perkara yang menimpa almarhum.

Kekecewaan itu disampaikan paman korban yang juga bernama Gregorius Bessu usai aksi demonstrasi yang dilakukan aktivis PMKRI Santo Agustinus Cabang Tambolaka di Polres Sumba Barat Daya pada 15 Juni 2026 lalu.

Dalam keterangannya, ia menceritakan bahwa pada 5 Juli 2024 keluarga mendatangi Mapolsek Wewewa Timur di Elopada untuk menyampaikan perkembangan dan mencari informasi terkait persoalan tersebut.

Menurutnya, saat itu mereka bertemu dengan seorang anggota polisi yang disebut bernama Pak Gede. Dari pertemuan itu, keluarga mengaku sempat memperoleh harapan karena disampaikan adanya kemungkinan titik terang dalam penanganan kasus.

Aksi demo bersama aktivis PMKRI St Agustinus Cabang Tambolaka dan keluarga almarhum Gregorius Bessu di Mapolres SBD 15 Juni 2026 lalu. ( Foto Menara Sumba )

“Waktu itu beliau menyampaikan kepada kami bahwa sudah ada titik terang. Kami diminta berdoa supaya persoalan ini bisa terungkap. Kami juga diminta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apa-apa. Kami menerima itu karena harapan kami sederhana, siapa pelakunya dan hukum ditegakkan agar ada keadilan,” ujarnya.

Namun, sekitar setengah jam kemudian, keluarga mengaku mendapat penjelasan berbeda setelah Kapolsek datang dan ikut bergabung dalam pertemuan tersebut.

Menurut pengakuannya, Kapolsek saat itu menyampaikan bahwa persoalan yang ditangani masih “gelap”.

“Yang membuat kami kecewa karena tidak ada penjelasan lebih lanjut kenapa disebut gelap. Kami sebagai keluarga ingin memahami sejauh mana perkembangan kasus ini,” katanya.

Ia juga mengaku setelah pertemuan tersebut keluarga diminta keluar ruangan, sementara yang dimintai keterangan hanya cucu dan ibu korban.

“Kami berdua diminta menunggu di luar. Padahal sebagai keluarga kami berharap juga bisa dimintai informasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut sejak awal peristiwa yang disebut terjadi pada 5 Juni 2026, dirinya sempat diminta menyerahkan identitas berupa KTP sebagai orang tua keluarga korban.

Namun hingga kini, belum ada pihak kepolisian yang kembali meminta keterangan atau melakukan pendalaman informasi darinya.

“Karena itu saya merasa kecewa. Sejak kami datang ke sana, sampai sekarang kami belum mendapatkan kejelasan seperti yang diharapkan,” tuturnya.

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai perkembangan penanganan perkara dan memastikan proses hukum berjalan secara profesional serta memberikan rasa keadilan.

Sebelumnya saat menerima para demonstran pada 15 Juni 2026 lalu, Wakapolres SBD Kompol Marthin Ardjon, SH telah menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Kami akan bentuk tim yang akan menangani kasus ini,” tandas Kompol Marthin Ardjon.

Janji Wakapolres SBD jadi angin segar yang membawa harapan baru bagi keluarga almarhum Gregorius Bessu di tengah duka berkepanjangan ini.

Keluarga almarhum Gregorius Bessu berharap janji itu jadi kado istimewa dari polisi dalam momentum perayaan HUT ke -80 Bhayangkara. ( TIM/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *