TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Peristiwa kelam saat malam jelang tahun baru terjadi di Kampung Watu Kariki ‘Deta, Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten SBD, NTT.
Satu korban tewas dalam kejadian pukul 2.30 WITA, Kamis (01/01/2026) dinihari itu diketahui bernama Umbu, warga kampung setempat.

Kepala Seksi Humas Polres SBD, AKP Bernardus Mbili Kandi, SH. ( Foto Menara Sumba )
Menurut penuturan sejumlah tetangga korban, peristiwa itu bermula saat beberapa warga kumpul bersama di rumah Vinsensius Dowa menanti waktu pergantian tahun.
Sambil menikmati minuman keras suasana malam itu diramaikan juga dengan alunan musik.
“Kami pulang dari ibadah di gereja saat itu sudah hampir pukul setengah sepuluh malam, dan terlihat kumpulan orang di teras rumah itu,” kisah salah seorang tetangga Vinsensius.
Tidak terjadi apa-apa hingga kurang lebih pukul 2.30 ketika terdengar keributan mengagetkan tetangga yang sudah terlelap.
Keributan itu, sebut sang tetangga ini, hanya disaksikan dari kejauhan lantaran khawatir dengan kericuhan dalam remang-remang di halaman rumah tersebut.
“Kami hanya lihat samar-samar orang mondar-mandir di halaman yang tanpa cahaya lampu,” katanya lebih lanjut.
Kemudian datanglah segerombolan orang yang diduga warga dari luar kampung dan kemudian terlihat sepeda motor telah dibakar.

Menanti proses visum et repertum oleh tenaga di rumah korban. ( Foto Menara Sumba )
Pagi itu juga anggota Polres SBD dan sejumlah personel Brimob diterjunkan untuk melakukan pengamanan di lokasi kejadian.
Dalam suasana tangis duka keluarga, sejumlah tenaga medis terlihat melakukan visum et repertum jenazah di rumah korban.
Nampak pula penyidik Polres SBD mengolah tempat kejadian perkara di halaman dan teras rumah Vinsensius Dowa.
Sebuah sepeda motor bebek tergeletak hangus di halaman rumah itu dengan tombak tertancap.
Kepala Seksi Humas Polres SBD, AKP Bernardus Mbili Kandi, SH yang dikonfirmasi Kamis (01/01/2026) pagi hanya memberi penjelasan singkat.
Ia menyebut, pihak Polres SBD telah mengamankan dua terduga pelaku pembunuhan.
“Keduanya masih jalani perawatan di rumah sakit karena mengalami luka serius,” ujar Bernardus.
Saat ini, kata dia, penyidik akan segera memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami apa motif pembunuhan.
“Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” tandasnya singkat. ( JIP/MS )




































