TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Aksi unjuk rasa damai akan digelar tiga organisasi mahasiswa dari aliansi Cipayung.
Rencana aksi yang akan digelar Rabu (10/09/2025) ini dilakukan di sejumlah tempat strategis, termasuk kawasan pemerintahan.

“Kami akan gelar di Alun-alun Kota Tambolaka, juga datangi Kantor Bupati SBD, Kantor DPRD SBD, dan Mapolres SBD,” jelas Fren Ghoghi, yang menangani urusan Humas demonstran.
Salah satu poin utama tuntutan para aktivis ini, ujarnya, Selasa (09/09/2025) terkait penyelesaian tapal batas antarwilayah desa dan kecamatan.
Isu ini diangkat dan dibahas dalam beberapa kali pertemuan untuk mematangkan agenda tuntutan yang akan diserukan dalam aksi demonstrasi.
“Pemerintah jangan biarkan rakyat bergumul dan bertikai sendiri seperti yang saat ini dialami warga Desa Wee Kurra di Kecamatan Wewewa Barat,” tandasnya.
Persoalan lahan di SBD sudah sangat krusial dan sering memakan korban akibat lambannya respon pemerintah menyikapi kondisi ini.
Sejumlah tuntutan lain yang juga sangat urgen adalah persoalan pasir yang sudah sekian lama jadi kendala tersendiri bagi warga SBD.
Belum tertanganinya persoalan pasir berdampak pada redupnya kegiatan pembangunan warga, hingga berujung pada pelaksanaan proyek pemerintah yang bermasalah.
Mahasiswa juga menuntut agar tata kelola BBM bersubsidi dapat ditertibkan sehingga penyalurannya tepat sasaran.
“BBM mahal dan langka sudah hal klasik yang jadi momok bagi warga SBD,” timpalnya.
Salah satu aktivitas Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) ini menyebut, masih banyak tuntutan penting lain yang akan disampaikan lewat orasi, dialog, maupun aksi teaterikal.
“Kami tuntut pemerintah peka dan tidak biarkan rakyat bergelut sendiri dengan persoalannya,” pungkas Fren. ( JIP/MS )





































