TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Kegiatan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya tidak bisa dilakukan secara parsial.
Seluruh elemen harus terlibat secara bersama dalam satu langkah kolaboratif.
Pernyataan ini disampaikan Dr. Soleman Lende Dappa, S.Hut, MTh, M.Pd.K salah satu tokoh Sumba Barat Daya yang pernah berkontestasi sebagai bacawabup di pilkada serentak 2024 lalu.
“Pilkada sudah selesai, mari berbaur dukung pemimpin terpilih hasil kontestasi pilkada yang demokratis,” imbaunya kepada awak media, Kamis (18/09/2025).
Ditemui di kediamannya, sosok politisi berlatarbelakang penggiat pendidikan yang akrab disapa SLD ini menegaskan, tanpa kebersamaan mustahil ada keberhasilan.
Ia menyebut, momentum kontestasi politik telah berlalu, kini saatnya membuka ruang konsolidasi seluruh anak Loda Wee Maringi Pada Wee Malala.
“Tidak perlu ada kotak-kotak perbedaan, apalagi elitnya juga sudah mencair dan kemarin kita saksikan Ibu Ratu bersama Pak Ming Bumi Indah duduk berdampingan dalam sebuah even regional,” ujarnya.
Dalam kontestasi pilkada lalu pihaknya sendiri sudah menunjukkan sikap berpolitik yang elegan tatkala hasil perhitungan quick count pilkada diketahui.
Meski saat itu belum ada pengumuman resmi KPU tapi Paket AMAN (Agustinus Tamo Mbapa-Soleman Lende Dappa) sudah membuka komunikasi dengan Paket Ratu-Angga yang unggul sesuai hasil quick count, termasuk pula dengan Paket Rakyat.
“Tapi saya harap ada peningkatan komunikasi yang lebih baik ke depan sehingga semua masalah politik bisa mencair,” timpalnya.
SLD menegaskan, jika suasana politik tidak mencair maka semua upaya bisa sia-sia.
Sebaliknya, jika perseteruan bisa mereda lewat komunikasi yang sejuk maka pembangunan akan berjalan sukses dan SBD jadi lebih baik ke depan.
“Saya minta bupati dan wakil bupati menggandeng semua pihak, terutama lawan politik, termasuk tim pemenangan masing-masing,” imbuhnya.
“Yang juga tidak kalah penting adalah mengajak, menggandeng, dan melibatkan media dalam kolaborasi bersama,” katanya lebih lanjut.
Tokoh yang getol menginisiasi pembanguman pendidikan lewat lembaga Yatutim (Yayasan Tunas Timur) ini mengajak semua pihak untuk berpikir lebih maju ke depan.
Siapa pun yang menjadi bupati saat ini wajib didukung agar berbagai persoalan bisa dihadapi dan diselesaikan secara bersama.
SLD juga mengingatkan agar persoalan yang menyangkut urusan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan dielaborasi sesuai tatanan regulasi dengan menegakkan aturan.
Saat ini ada sejumlah soal krusial mesti segera diselesaikan secara bijak.
“Termasuk pasir dan berbagai problem rakyat SBD. Bangun komunikasi dengan semua pihak, biar lebih cepat mencair dan bisa mencapai hasil maksimal untuk kemajuan kita bersama,” pungkasnya. ( JIP/MS )






























