WEWEWA BARAT, MENARASUMBA.COM – Aksi unjuk rasa damai yang digelar komunitas Cipayung Plus 10 September 2025 lalu mendapat dukungan kalangan luas.
Sejumlah warga yang dikonfirmasi awak media, Sabtu (13/09/2025) mengaku bangga ada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi masyarakat.

Bahkan pujian itu datang dari sejumlah warga tetangga rumah Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla di Reda Mbolo, Desa Kalembu Weri, Kecamatan Wewewa Barat.
Menurut Markus Tamo Ama Lede, aksi unjuk rasa mahasiswa merupakan simbol jeritan masyarakat atas berbagai problem yang sudah sekian lama tanpa solusi.
Salah satu poin tuntutan demonstran yang mendapat apresiasi luar biasa adalah terkait persoalan pasir.
“Masyarakat mendukung, karena kami sangat butuh pasir. Mau bangun rumah atau MCK misalnya, bahan bangunan paling utama adalah pasir,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan John, salah seorang warga Reda Mbolo yang saat itu sedang menyekop sirtu untuk bahan pengganti pasir.
Ia menyebut, mahasiswa telah menyuarakan berbagai keluhan masyarakat lewat aksi unjuk rasa damai.
John mengaku, masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa ketika pasir jadi barang langka.

“Tapi syukur dan terima kasih karena adik-adik mahasiswa sudah mewakili kami untuk menyuarakannya kepada pemerintah dan pihak berwenang lain,” ujarnya.
Pengakuan yang sama datang dari Matius Manupele, warga Jati Lima, Desa Wali Ate, Kecamatan Wewewa Barat.
Ditemui secara terpisah, salah satu pengusaha lokal ini bahkan menyanjung para aktivis yang dengan niat murni telah menyuarakan rintihan rakyat.
“Secara pribadi saya berterima kasih karena di tengah macetnya saluran aspirasi lewat lembaga DPRD, dengan lantang mereka maju untuk bersuara,” akunya.
Apa yang diteriakkan para mahasiswa, kata dia, adalah jelmaan suasana hati rakyat yang gundah oleh bermacam soal di wilayah ini.
Menurut dia, mereka yang apatis dan tidak mendukung aksi para mahasiswa adalah oknum yang senang melihat penderitaan rakyat.
“Saya sangat apresiasi dan berharap semangat idealisme adik-adik mahasiswa tidak pernah surut,” pungkasnya. ( TIM/MS )





































